Hey Mr. Jason, tolong nyanyikan satu lagu untuk saya
Jumat, 07 November 2014
Jumat, 31 Oktober 2014
Mari menulis (lagi)
Sudah hampir satu tahun saya ga posting di blog ini. Padahal banyak yang mau ditulis dicurhatin, tapi malesnya ampun-ampunan. Suatu waktu sifat introvert saya kambuh, saya merasa blog ini ga penting, merasa tulisan-tulisan yang pernah saya tulis terlalu menelanjangi diri saya sendiri. Bahkan beberapa bulan belakangan akses blog ini saya tutup. Berlebihan? ya.. namanya juga orang lagi "kambuh", jadi harap maklum. Sekarang saya mau mencoba menulis lagi.
Tentang apa saja
Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana.
Jumat, 15 November 2013
Selasa, 02 April 2013
Sarung Kemenangan
Punya "teman" tidur yang dari kecil sampe sekarang masih dipake? misalnya bantal dekil, guling gepeng, selimut kumel, atau boneka kesayangan. Saya punya, bukan bantal, guling, selimut atau boneka, melainkan sarung. Yup, sarung yang buat sholat itu. Jadi ceritanya gini, waktu SD, saya pernah ikut lomba menghapal surat-surat pendek di mesjid deket rumah. Lupa dapat juara berapa, yang saya inget saya dapat hadiah piala dan sarung. Padahal ya waktu itu microphone yang saya pake sempet jatoh gitu, kirain mah ga bakal menang. Saya juga lupa sejak kapan saya mulai pake sarung kemenangan saya itu buat teman tidur. Yang pasti, sampe sekarang saya udah gede gini, kalo tidur tanpa sarung itu rasanya kya ada yang kurang. Apalagi saya itu tipikal orang yang tidurnya harus selimutan biar anget. Ah jadi pengen tiduran nih *bilang aja lagi males kerja* :p
Rabu, 06 Februari 2013
(Tidak) Terjadi Apa-apa
Seharusnya saya mengikuti kata-kata yang ada pada quotes di atas, tapi praktiknya ternyata memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Setengah dari diri saya masih sulit meninggalkan halaman cerita hidup saya yang kemarin. Arrrggghhhhh.. mau marah rasanya, tapi sama siapa? sama dia? menyebut dia pengecut atau brengsek mungkin sedikit mengurangi emosi, meskipun saya tidak bisa berkata langsung ke dia. Saya bukan tipe orang yang meledak-ledak, yang bisa memaki orang seenaknya. Kalaupun saya kesal ke orang lain, saya hanya akan menggerutu sendiri atau membagi emosi saya ke orang-orang terdekat. Saya tidak bisa menunjukkan kemarahan saya kepada orang yang telah membuat saya kesal, termasuk kepada dia. Saya akan berlaku seolah tidak terjadi apa-apa. Toh saya bukan orang pendendam.
Jadi sekarang saya akan berusaha membuka halaman baru. Doakan saya ya....
Langganan:
Postingan (Atom)
